Sabtu, 12 Januari 2019

C

Kisah kita adalah ngarai duka mata
Tetesnya mengkristal di dada, perih !
Berkabungnya hasrat sejak dimulai
Mungkin yang tidak termungkinkan

Begitu sulit menjauh langkah Sesulit merepih rengkuhmu

Rindu kita adalah ruas jiwa terpenjara
Hujat sinis mendakwa sukma, pedih!
Sebab terantuk retakan mahligai
Nyata yang terlarang dinyatakan

Betapa ingin tak terpisah
Seingin mendekap ragamu

Mimpi kita adalah absurb tersita
Yang tersiar di lintasan lirik, sedih!
Terendapnya alur rasa mengikis hati
Pasti yang menampik kepastian

Bilakah misal berpihak penuh
Semisal bersikukuh bersamamu

Kasih kita adalah mustika tersandera
Mengundur diri terkurung tanya, keruh !
Tersadar namun bersandar sekali lagi
Sesal yang tak ingin disesalkan

Biarpun sering seperti disanggah  
Sesering doa yang terus tertuju

Cinta kita adalah retakan asa
Warta tertawan di tiap sudut, resah !
Mengelupas alibi tanpa diakhiri
Kenangan yang terus dikenangkan

Bolehkan jangkar menawar sah! 

Setawar waktu nan tak tertawar

Jika Benar....

Jadilah hijau untukku
Biar embun berlama waktu di pucuk
Seperti kita saat ini

Jadilah biru untukku
Agar restu semesta jelas bertajuk
Demi rasa yang telah kita mulai

Jadilah putih untukku
Dengan menggasir tanya yang mendesak
Dan lekat kelam itu akan terurai

Tapi jangan ingatkan kuning padaku
Kecuali ketika sendu merajuk
Teduhkan untukku, disini

Tapi jangan biaskan hitam padaku
Terlalu lama meresapkan sesak
Bantu aku memulihkan hati

Jadilah pelanggi untukku
Jangan biarkan kejora menunda esok
Sungguhkah kau menetap berjanji?

Senin, 07 Januari 2019

Dimensi

Dimensi Langit adalah bentang alam pertaruhan siang Aku Jelajahi dimensi ruangmu tanpa sekat Menjauhi angin yang tak lagi mewartakan dia Membiarkan kabut mengakhiri kenangan Di gelanggang bisu cakrawala siang Kurentangkan sayap yang sempat berkarat Agar luruh terkelupas oleh petir seketika Lalu awan menyamarkan dari pandangan Angkasa bersaksi saat senja menjemput siang Bahwa kesetiaan sejati pantang berkerut Melintasi dimensi waktu berpenat tanda tanya Di ceruk dimensi jarak sematkan lagi harapan

Sabtu, 08 Desember 2018

Hand's Ball....


Getah cakrawala meracik pesan terbisu
Tentang risau gerimis terkunci debu 
Jatuh kaku menembus kerak kemarau 
Seperti duka laut kehilangan biru 



Angin menyeret daun menjauhi ranting 
Kering belukar berpagut bara di penghujung 
Menikam sisa siang yang terpasung 
Seperti luka telaga kehilangan bening 




Perih badai terkelupas membakar kulit 
Mencari bulir keringat di tanah keriput 
Hingga titian pelangi tersihir sesat 
Seperti murung danau kehilangan kabut 

Semesta tercabik ruam bencana
 Cadas meradang raga menjentik jiwa
Mengerang tak sanggup menganulir dosa 
Seperti muram samudera kehilangan makna

Pada tangan tak berfikir dan kaki tak berhati
Terpuaskah anarki dengan menggadang alibi ?
Tersangkut derit keranda getas terakhiri
Seperti lara perigi kehilangan laras diri

Siapa?
Kita?

Jumat, 07 Desember 2018

Anulir

Aku memudarkan kita
Seiring kamu menggelapkan kita

Bukan waktu yang merontokkan kelopak
Tapi kita yang enggan menahan
Bukan waktu yang menggugurkan wangi
Tapi kita yang melupakan sapa

Aku tak memiliki kita
Setelah kamu meniadakan kita

Rabu, 05 Desember 2018

Penantian

Kita akan bertemu, sekali lagi 
Tersamar percik air serupa tirai 
Jangan pernah menawar rasa 
Saat mata hati bertukar kata 

Kita mungkin bertemu, sekali lagi 
Tersaru terpercik embun pagi 
Heningkan sejenak tanpa suara 
Sebelum waktu membatas raga 

Kita harus bertemu, sekali lagi 
Tersembunyi menghantar bias diri 
Tanpa jejak yang bercerita 
Menepis setiap jejas tanya 

Kita pasti bertemu, sekali lagi
Terendap di ambang percik diri 
Menikung selasar bertajuk kecewa
Jika terbelit kumparan sia sia

Minggu, 11 November 2018

Blunder(S)


Saat siasat mengumpan isyarat dengan taktik 
Muslihat terbelah di antara deret ukur dengan deret angka
Yang lugas mengindra aksara mati dengan tanda petik
Seperti menghalau pucuk pinus dengan akasia 

Aku...lengah!
Kamu lupa ingatan
? 


Sua di antara desir bambu dari rimbun perdu 
Menukas gelagat terbuang dari kedip mata 
Yang piawai menggiring umpan silang dari ujung kuku 
Secermat mirat prasangka dari reka kata 

Kamu...lalai?
Aku hilang ingatan! 



Seruas rusuk riak masa lalu atau hari ini 
Melintang di antara tandang atau banding kesempatan 
Yang menjebak setiap paragraf atau spasi 
Sepiawai pilihan menyerang atau bertahan 

Aku...khilaf!
Kamu pecah ingatan? 


Sasaran jitu menggelandang untuk menghindar 
Mengganti tanda baca klasemen untuk menghilang
Yang berlarut tak terbukti untuk diri menyasar 
Sudutkan jeda waktu sengaja untuk terhadang 
Kamu...alpa?
Aku mengubur ingatan!