Kamis, 17 Agustus 2017

Tidak kataku

Kubisiki kabut...
Bawalah dirimu menjauh
sejauh mungkin 

Aku lelah....
menghindar darimu
Namun semilir angin
justru membawamu kembali mendekat...

Tahun kedua

Membekap waktu mencari aku dalam kita
Tersesat di labirin tahta bermahkota fana
Hingga tercelah mencari aku dalam dia 
Sesaat yang membuka mata dan kata

    Harus kuingkari atas nama komitmen 
    Telah kuakhiri tanpa penyesalan

Menghadirkan aku di antara mereka 
Persembahan fana seolah sempurna 
Merapuh jiwa mengelabui fakta
Lalu terseok ke titik koma terhampa

     Amarah yang menyesakkan
     Meledak tanpa ingin kupadamkan

Berharap menemukan aku bersama kalian
Memutus karat rantai keterasingan 
Justru tersudut aku dipersalahkan
Terasa diri antara ada dan tiada di persinggahan 

    Meradang kecewa tumpah ruah
    Rancu menuntut tanpa mengarah

Katakan siapa aku
Yang kusut memilah suka diantara duka      
Yang lupa meramu bahagia
Yang lelah menemukan diri dimana

Rabu, 16 Agustus 2017

29 Ramadhan 1438 H

Tadi, senja bergaris batas hilal
Menutup kemuliaan Ramadhan 1438 H. 
Menakar ibadah jiwa ragaku...
Bernas atau sekedar deretan ritual tahunan? 

Mengiring adzan Magrib sejagat bumi 
Kumandang takbir mengusik sukma 
Pantaskah aku berjajar diantara sujana Ramadhan? 

Wahai Penguasa Ramadhan..
Jangan biarkan aku tersia sia bersama kaum yang merugi di bulan penuh berkahMu...
Astagfirullah 

Ya Allah....
Perkenankan kami menjadi dan merayakan kembali fitri esok hari
Izinkan aku bertemu dengan RamadhanMu bertahun tahun lagi

*Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamakum waahalahullah Alaik.*

Ya Allah, terima dan sempurnakan amalan dan puasa Ramadhan kami
Barakallahu Fiikum....
Aamiin

28 Ramadhan 1438 H

Ramadhan tersisa satu dua langkah......... 
Namun ibadahku tertinggal begitu jauh
Di penghujung waktu, terkejarkah? 

Air mata sujudku bersimpah di sajadah
Ramadhan akan menuntaskan singgah... 
Kurasa seperdetik bukan sebulan penuh 
Genapkan dengan lailatul qadar, bisakah? 
Mengapa aku sepikan tamu terberkah 

Ramadhan meresapkan beribu hikmah 
Terdekat dengan Allah sungguh terindah 
Jangan pernah enggan berlaku soleh
Tak akan merugi ringan bersedekah

Ramadhan memberiku pesan berpisah
Hentikan ghibah dengan bermuhasabah
Tepiskan gundah dengan asmaulhusnah
Hiduplah sesuai tuntunan rasulullah 
Dan...sedetikpun jangan pernah jauhi Allah

Sabtu, 12 Agustus 2017

27 Ramadhan 1438 H


Aku membaca berita pilu
Ramadhan bersimbah darah di negerimu
Syahidlah kau saudaraku

Aku tertunduk prihatin
Ibadah Ramadhan terpalang senapan
Namun tiang agama tetap kau tegakkan

Aku luruh bergetar
Mendengar kalian tak akan gentar
Bertaruh jiwa dan raga menahan lapar

Aku terharu tak terkatakan
Walau negara kalian di bumi hanguskan
Tapi iman kalian tak tergoyahkan

Aku bersimpuh berdoa
Ya Allah mereka terus berjuang dengan tetap berpuasa
Ya Allah jadikan mereka pemenang Ramadhan sesungguhnya
Aamiin




26 Ramadhan 1438 H


Ramadhan bertabur berkah
Titian ikhtiarku menggapai fitrah

Tak hendak selintas buih
Apalagi sekedar fisik dhanniyah
Tanpa bukti syahih qath'iyyah

Kukuhlah bersalin fitri
Hindari maksiat si penggelap hati
Jauhi ghibah berbalik menista diri

Jangan berburuk sangka
Jagalah dari iri dengki meraja
Tak usah gemar menebar dusta

Bagaimana muhasabatun nafsi
menakar penyakit di hati (QS 59:18)?
Telahkah kuinsyafi (QS 66:8)?

Senantiasakah sinari hati 
dengan tadabbur Al Quran (QS 47:24)?

Beningkan nurani dengan dzikrulloh
lisan dan perbuatan (QS 33: 41-42)

Sucikan hati dan raih cinta Allah
dari waktu ke waktu dengan menjaga  amal saleh

Berkumpulah dengan alim shaleh shalehah (QS 18:28)
Sukakah kau hadiri majelis ilmu nan ukrowih?

Sirami hati yang mengering 
dengan menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa, 
sudahkah?

Bersihkan hati dengan ziarah
Mengingatkan diri atas kematian dan alam barzah
Astagfirullah... 

Rawatlah hati
Dengan terus berdoa kepada Dia
Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya.....

Aamiin

Jumat, 04 Agustus 2017

25 Ramadhan 1438 H


Saat terbentur cemas
Asa meringis bersiku acak
Kening khusuk bersimpuh...
Ya Tuhan bukalah tabir takdir

Saat dunia bercorak pelangi
Ambisi merajai semesta
Mata berpendar angkuh
Seakan Dia dibalik pintu

Saat tak tahu langkah mengarah
Nafas merapalMu tak berjarak
Nadi mengingatMu tak berjeda
Syaraf memangilMu tak berhenti

Saat piawai singkirkan prahara
Terasa dunia tunduk di genggaman
Meninggi bahu berbangga diri
Lupa pada Penguasa Bumi dan Langit

Saat hampa bertajuk dihadapan
Tinggalkan pekat hitam tersudut
Segera doa berbias gelisah terucap
Hati merunduk setengah mengutuk

   Tuhan mana petunjukMu
   Tuhan jangan permalukan si hebat ini 
   Tuhan,  Engkau dimana?

Ya Pemilik Ramadhan
Jika aku terbesit menduakanMu
Bersihkan takaburku dengan tadabur...

Hanya Engkau satu satunya yang mampu membolak balik hati manusia

The one and the only one