Terjagaku menatap malam
Abu abu menyapu biru
Makin dingin
Gemetarku pucatkan darah
Bintang meredupkan sinar
Sunyi sepi sendiri
Aku tak akan menyalahkan hujan badai
Yang derasnya tak mampu melunturkan khilafku
Aku tak akan menyumpahi angin puting beliung
Yang amukkannya membuka jelaga aibku
Aku tak akan memusuhi guntur
Yang gemuruh membelah munafiknya aku selama ini
Dan aku tak akan menuduh kering kemarau
Yang retakkannya menampakkan betapa takaburnya aku
Yang terlambat kusesali adalah..
Mudahnya aku meracuni diri dengan riya
Yang baru kusadari adalah..
Terbiasanya aku berbangga dengan angkuh diri
Yang mendadak kutangisi adalah..
Begitu durjananya aku menantang dosa
Tuhan,
Pada nafasku yang tinggal satu..satu
Masih adakah waktuku memutihkan hitam terhitamnya aku yang kemarin?
Masih adakah kesempatan untukku memohon ampunan Mu?
Ya Allah,
Dengan memantas hati atas cintamu yang tak berkesudahan di tiap detikku
Di antara baris doa berpanjang waktu
sejak jendela hati ini terketuk tertuju
Dan demi ikhtiar mematuhi ajaranmu
menjadi imam dalam keluarga sakinah mawadah warokhah yang menggenap di niatku
Perkenankan satu lagi pintaku...
Cukuplah dia
nama yang Kau telah amanahkan bersamaku mengukuhkan iman
hanya pada Mu
Izinkan hamba mematut diri menapaki anak tangga kedua tak lagi sendiri
Bimbing kami di tiap langkah menjauhi bisik sesat yang menggoda panca indra
Tuntun kami saling tunduk menjaga sukma dan raga dari muslihat dunia
Ampuni khilaf dan keliru tersengajaku selama ini
Sejak dulu, saat kini dan juga nanti
Ya Allah,
Dalam ikhlas dan tawadhu awamku
Dengan merendah hati semata ber munajat mengingat Mu
Khusyuk bermohon ku panjatkan ikrar bersatu dengan dia...sholehahMu
Kukuhkan setiaku
Mencintai ciptaan Mu dengan keutuhan cintaku hanya pada diri Mu
Aamiin
Sahabat,
Tentang hari hari kemarinku...
Maafkan atas senyumku yang mengalihkan jawab atas tanyamu
Maafkan langkahku jika terasa menjarak ruang dan waktu
Maafkan caraku kalau terkesan menjauh diri menghindar bertemu
_Andai kau tahu tak terperi rindu yang kuredam teringat saat kita bersama semasa lalu_
Sahabat,
Kumohon jeda waktumu sebentar saja
Inginnya aku segera bersua denganmu berbagi kabar bahagia
Walau kuyakin kau telah menduga arahku selaras ikatan persahabatan kita yang tak berkotak kata
Sahabat,
Maafkan aku yang sempat menahan kabar atas rencana hikmat masa depan
Sebab aku tak berhak mendahui jalan takdir berpasangan
_Andai kau tahu beramuk rasaku membeningluruskan niat di hadapan Nya untuk berikrar janji sejati sekali seumur hidupku_
Sahabat,
Terimakasih atas indahnya ketulusanmu berbaik sangka padaku
Terimakasih untuk doa dan dukunganmu yang utuh untukku walau duka tak putus menyapamu
Terimakasih untuk hakikat persahabatan kita
Yang melintasi dunia kata dan hampa
Yang melewati episode suka dan duka
Yang memaknai hidup dengan bersandar pada kitab Nya
Sahabat,
Atas mutiara kelapangan nuranimu
Terimalah doa yang sama untukmu
Semoga kau pun segera berikrar suci setelahku
Aamiin
@specialforFBMA
