Selasa, 06 September 2016

Bukan Hitam Putih

Yang mereka tahu...
Suaraku membelah langit
Tawaku menggetarkan bumi
Candaku mengacaukan angin
Gusarku menghentikan hujan

Adakah mereka tahu....
Dibalik terik punggung hari
Aku mencoret jam dan tanggal
Mengharap harmoni memelukku
Membujuk purnama jauhkan sabit
Dan merayu mentari alihkan malam

Andai mereka tahu
Laraku mencacah jiwa dibalik senyum
Mengunyah aral melintir detik
Meradang itu hadir tak tercegah
Hingga muara air mata meronta kering

Akankah mereka tahu
Artefak terbiruku adalah mereka?
Biarpun singgah lalu pergi
Biarlah rindu menendang dendam

Biarkan...
Masih ada Kau bersetia untukku

Karena Kau bukan mereka
Tetaplah Kau bersama ku di sini

Jangan Kau jauhi aku
Jika lisanku khilaf menata kata

Jangan Kau tinggalkan aku
Sebelah titianku telah rapuh terkoyak

Jangan Kau tepis asaku
Penatku terbelah menjejak belukar hidup

Tuntun aku....
     Saat sesakkku mengkristal
     Saat hatiku berlumut membatu
     Saat diriku lupa bersujud

Kau garda langkahku
Kau..sebab tegarku

Ini Cinta Kami

Kami memanah hati dengan busur cinta
Walau takkan serupa epik asmara Rama & Sinta

Kami mengukir hari dengan kasih
Walau takkan semirip drama kasmaran Cinta dan Rangga

Kami bertukar tawa dan tangis
Untuk perbedaan diantara persamaan
     Karena dia bukan Romeo
     dan aku bukan Juliet

Jangan cari kami di diktat sejarah
     Karena aku bukan Marie
     dan dia bukan Pierre Curie

Jangan sematkan kami medali emas
     Karena dia bukan Alan Budi Kusuma
     dan aku bukan Susi Susanti

Jangan misterikan kami bagai teka teki
     Karena aku bukan Lorraine
     dan dia bukan Ed Warren

Pendopo cinta kami tidak semegah Prambanan
      Karena dia bukan Badung Bondowoso
      dan aku bukan Roro Jonggrang

Lihatlah kami sebagai biasa
Yang mematri cinta atas nama Sang Pemilik Cinta

Tak putus kami bermunajat
Perkenankan kami ya Allah
     Seperti Yusuf As dan Zulaikha
     Seperti Ali dan Fatimah Az Zahra
     Seperti Habibie dan Ainun
      Seperti yang Kau tulis untuk kami

Minggu, 28 Agustus 2016

Aku Imammu



Katamu..
Indahku terpatri abadi memenuhi ruang hati

Katamu...
Kilauku berpendar cerahkan hari tanpa henti

Katamu...
Kita pasti bahagia atas nama kesempurnaan cinta

Ahhh...
Repetisi tanpa koma kesekian kudengar
Tawarnya merepih hampa tak Bermakna

Maaf...
Bukan aku terbiasa membolak balik hati
Bukan aki menepis asa nan menanti
Bukan aku menyebar khayal tak bertepi

Tapi...

Ya Allah...
Sampaikan rinduku pada dia
Yang mengetuk pintu hatiku dengan bersimpuh pada Mu
yang menata lisan sesuai tuntunan Mu
Yang penuh takzim berucap padaku :

Akulah Imammu
Bersamaku kita kan bersetia di jalan Nya




Sabtu, 27 Agustus 2016

Bara Rindu

Mengingatmu...
        Aku terkapar

Mengharapmu...
         Aku terpuruk

Mengenangmu...
         Aku terisak

Menantimu...
         Aku tersudut

Merindumu...
         Aku terbakar

Aku beramuk getir...
          Perih....
          Memerah laraku
Kulihat kamu beradu mesra
           Dengan dia
           Bukan denganku

Aku meradang tanya
            Pedih
            Menghitam dukaku
Kutahu kamu berpagut asmara
             Dengan dia
             Bukan....
             Bukan denganku.... lagi

Kau tahu pasti
Tak sanggup ku padamkan bara rindu ini

Kau harus tahu
Kubenci kau seutuh cintaku
     

         

Stambul Satu Babak

Senandung hikayat lawasku
Adalah bait cinta bersunyi sunyi

Memenangkan pujaan dalam mimpiku
Serupa partitur kehilangan notasi

Kularung kau dalam pantun
Kurentak kau dalam tarian
Kugores kau dalam lukisan
Dan senyummu abadi hanya dikhayalan

Terpenjara kasmaranku
Laranya mendera tak berwaktu
Laksana mereguk teh terpahit abad lampau
Syahdan yang tak mungkin menyatu

Aku
Sahaya penghamba cintamu
Bukan pujangga sohor bersyair syahdu

Stambul satu babak itu
Persembahan pamungkas ....
Tanda mata asmara dahana untukmu

Bergegas hendak berpanggung
Tersedak ku hirup asap mesiu
Sedetik tadi buraikan diriku
Celaka itu mengakhiri kisahku

Dan kini..
Sudikah kah ziarahi roman cinta kita
Seperti lakonku dalam komedi satir
Tahukah kau hal tersulit mencintamu?
Pada kata cinta yang tak sempat terucap
Hingga jiwa memisah raga

Titik Nol

Terakhiri
Terperihkan

Merepih
Tertepikan

Sepi itu
Pahit



Ada dan Tiada

Kujaga ingatku tentang dia
Adakah dia merinduku?

Bertahanku menjaga asa
Masihkah dia mengharapku?

Tiada terlintas ku berpaling hati
Bersetiakah dia untukku?

Seribu bulan bersabit purnama
Seribu gelombang berpasang surut
......Saling silih bersulih
Bersisakan aku dan sunyi
......Kau sungguh sulit tergenggam

Haruskah aku membeku
Berbalur labirin...sepahit empedu

Akankah waktu berpihak
Jutaan detik telah ku karamkan....

Akukah susunan rangka bernyawa...
Akankah hati merajuk di semai....

Tuhan
Jangan biarkan aku terpasung
Antara ada...
Dan
.....tiada