Rabu, 20 Juli 2016
Kamukah Dia
Andai kamu adalah dia
Sedetik tadi ragu menjauh
Karena kamu bukan dia
Asa terbesit bersilang di dada
Dan kamu..
Ingatkan aku tentang dia
Tapi kamu
Tak kan menjadi dia
Dapatkah kamu Alihkan aku dari sisi mengenang dia?
Kamis, 23 Juni 2016
Cintaku Kamu
Aku sanggup
memaknai manisnya madu
seperti memaknai kecutnya cuka
Aku tahu
menjauhi putih dari hitam
seperti menjauhi utara dari selatan
Aku mampu
merentas malam tersapu bulan
seperti merentas siang tersapu mentari
Aku getas
mematahkan durjana lara
seperti mematahkan gelaran tawa
Dan..
Aku tegar merasai perihnya patah hati
seperti merasainya nikmatnya jatuh cinta
Tapi
Yang kumau
Terabadilah cintamu adalah aku
Terabadilan cintaku adalah kamu
Tear Drop
Kita Bersama rinai hujan
Adalah kita yang berderai tawa
Guntur mengiring hujan
Mendekap kita yang enggan mengakhiri
Jadi biarkan kami sesaat lagi
Karena cerah akan jauhkan kami
Sabtu, 09 April 2016
Jumat, 13 November 2015
Kita kan kembali
Kau tahu itu...
ada yang tertinggal
ada yang tertinggal
Berjanjilah....
kita kan kembali
Kau tahu pasti
Tentang warna warni bermekaran
Tentang cerah yg merasuk mata lensa
Tentang rasa yg enggan mereda
Tentang warna warni bermekaran
Tentang cerah yg merasuk mata lensa
Tentang rasa yg enggan mereda
Karena kau tahu pasti
Belum saatnya berakhir
......Berjanjilah
Kita kan kembali...
Belum saatnya berakhir
......Berjanjilah
Kita kan kembali...
Sabtu, 01 November 2014
Teristimewa
Laksana kilau berlian...
Biasmu berpendar berkeliling
Sebening embun pagi..
Eleganmu tuntaskan kebuntuan
Kau merangkai mutiara
Berbagai warna takzim padamu
Menjadikan terang dan hadirkan damai
Lalu haluan berganti
Kilau mu tersedak
Kisruh menuai cerita baru
Dan dermaga lain menyambutmu
Disana teristimewamu terus memukau
Di sini riuh rendah itu masih berlanjut
Biasmu berpendar berkeliling
Sebening embun pagi..
Eleganmu tuntaskan kebuntuan
Kau merangkai mutiara
Berbagai warna takzim padamu
Menjadikan terang dan hadirkan damai
Lalu haluan berganti
Kilau mu tersedak
Kisruh menuai cerita baru
Dan dermaga lain menyambutmu
Disana teristimewamu terus memukau
Di sini riuh rendah itu masih berlanjut
satu satu
Tak kulihat...lagi
Mungkin tersapu kabut gunung
Mungkin terbawa gemuruh guntur
Atau mungkin menetap di dasar samudra
Mataku alpa terpejam
Setiap kedipan pertanda satu kehilangan
Lalu hening dan hampa
Tinggalkan aku..membatu bersaksi
Tak ada sisa tertinggal
Tak ada waktu terluang
Tak ada kesempatan berulang
Kosongkan asa yang tersemat...dulu
Kepada misteri rimba...
Gelombang pasang surut
Atau angin puting beliung
Bawalah yang masih tersembunyi
Mungkin tersapu kabut gunung
Mungkin terbawa gemuruh guntur
Atau mungkin menetap di dasar samudra
Mataku alpa terpejam
Setiap kedipan pertanda satu kehilangan
Lalu hening dan hampa
Tinggalkan aku..membatu bersaksi
Tak ada sisa tertinggal
Tak ada waktu terluang
Tak ada kesempatan berulang
Kosongkan asa yang tersemat...dulu
Kepada misteri rimba...
Gelombang pasang surut
Atau angin puting beliung
Bawalah yang masih tersembunyi
Langganan:
Postingan (Atom)



